Pagi2,
Tiba-tiba handphoneku berdering bertanda ada telephon masuk dan ternyata sahabatku
sendiri yang menelephon lalu aku angkat dan dia menyuruhku untuk segera ke
sekolah karna ada tugas yang harus segera dikerjakan. lalu aku pun dengan
tergesah-gesah untuk berangkat ke sekolah
# tiba
di sekolah
Mimma:
Akhirnya datang juga, yuk kita kerja tugas
Aku: iya ra,
aku duduk sama kamu kan
Mimma: iya..
“lalu kami masuk ke bus dan duduk”
#setelah
duduk
Mimma: Res
(aku),liat kebelakang deh
Aku: emang
ada apa Mim? males ah
Mimma: Coba
liat ke belakang dulu dijamin ga nyesel
Aku: males
ah
Mimma: ada
dia noh, gebetan lo
Aku: serius
lu???? “lalu nengok”
dan setelah
nengok ke belakang, aku langsung menghadap Tiara dengan tampang salting yang
bingung mau ngomong apa.
Suri: lu mah
Res biasa bgt deh kalo ketemu dia pasti saltingnya gitu, bukannya diajak
kenalan
Aku: ya kan
gue cewek masa iya mulai duluan
Suri: iya
sih tapi ini bener2 deket Res,kapan lagi coba dapet moment kaya gini
Mimma: iya
Res, jangan salting mulu dong
Aku: biarin
deh,tar juga ketemu lagi :p
Dan
tiba-tiba si cowok gebetan Reski alias Aku sedikit ngelirik ke arah aku pas
banget pas aku gak sengaja dipanggir Rahmatia yang duduknya di belakang cowok
gebetanku. dan disitu aku liat senyum dia yang manis tapi lagi2 aku hanya bisa
saltinggggggg yang gak jelas tapi ketauan banget kalo lagi salting “hem bingung
kan lu “
Karna jam
pelajaran pada saat itu kosong karna gurunya tidak datang. Akhirnya kami memutar
sebuah video dari masa kami pendidikan FKSP,outbound,kegiatan dan video2 unik alias
iseng2 dari setiap kawand kami dan di video yang kami tunggu2 itu ternyata ada
video dia si gebetanku dengan foto yang sangat cute abiss dan disitu aku ketawa
ngakak dan dia”gebetanku” langsung diem karna malu.
#Malam hari
Langit sudah
gelap bertanda malam sudah datang dan waktu juga udah menunjukan pukul 23.00
WIB, mata ini pun sudah redup seperti lampu yang ingin mati,mulut ini pun sudah
menguap-nguap seperti ikan yang sedang minum,dan yang terpenting yaitu tempat
tidurpun sudah menunggu untuk di temani dannnn itu adalah waktu yang tepat
untuk aku tidur, dengan badan yang cape dan lampu yang tidak terang alias
mati,dan kamar yang tidak panas aku pun naik ke keranjang dan menarik selimut,
lalu berdoa berharap hari esok lebih baik dari hari ini.
#Keesokan harinya
pada saat jalan jalan bersama Mimma,Suri dan Rahmatia
Keesokan
paginya, aku dan teman2 sudah aga membaik dan kamipun pergi kesebuah mall
terdekat untuk membeli buku. Ketika dijalan tiba2 kami bertemu dengan 2 orang
preman yang mau ngambil tas kami namun gak berhasil karna kami menendang mereka
dan salah satu dari kami mengambil golok yang mereka pegang dan kamipun
langsung lari, namun ternyata preman itu mengajar kami,saking takutnya kami diajak
Rahmatia untuk lewat sawah yang belok itu untuk menghindar dari perampok2 itu
tanpa harus berfikir lama kami langsung lewat sawah dan ternyata perampok2 itu
juga mengikuti kami.
Sampai di
ujung jalan,perampok2 itu masih saja mengejar kami dan kami kebingungan karna
entah harus lewat mana dan tiba2 aku menabrak seorang cowok yang usianya sepantaran
kami dan ternyata dia itu si cowok gebetanku, tanpa harus salting seperti biasa
aku pun langsung memimta dia untuk membantu kami dan dia pun mau membantu kami.
Gebetanku:
Ayo ikutin gue,kita lewat sana aja nanti kita sampai didepan kantor polisi
Aku dan
kaman2pun langsung mengikutin dia dan tiba2 aku tersandung batu dan aku
ditolong oleh dia “betapa senangnya hati gue saat itu”. Perasaan aku saat itu
benar2 beda dari sebelumnya, perasaanku sekarang lebih tenang bahkan sambil
berlari aku masih saja sempat tersenyum bahkan melirik ke arah si gebatanku itu
dan dia pun membalas senyumku itu,lagi manis2nya eh tiba2 Rahmatia teriak
“Reski cepatan peremannya udah deket lo tuh” lalu aku pun langsung lari secepat
mungkin dan si gebetanku langsung melempar batu ke arah si pereman2 itu dan
pereman2 itu terjatuh karna dahinya terkena lemparan batu itu, namun mereka
tidak pantang menyerah, mereka masih saja mengejar kami tapiiiiiiiii untungnya
saja tanpa kami kira ternyata kami sudah sampai di depan kantor polisi dan si
gebetanku langsunng menarik seorang polisi dan berkata “pak,ada pereman yang
mengejar kami ingin mengambil tas2 kami” lalu pak polisi itu langsung mengejar
si pereman2 itu dan akhirnya tertanngkap juga.
#kantor
polisi
Di kantor
polisi kami memberi kesaksian dan akhirnya pereman2 itu dimasukan ke jeruji
penjara dan kami pun segera keluar dari ruangan tersebut. namun tiba2 si
gebetanku itu memegang pundakku dan kami memulai percakapan sedikit
Gebetanku:
kalian gpp kan?????
Aku, dan
sahabt2ku : alhamdulillah kami gpp ko
Aku: hem
makasih ya
gebetanku:
iya sama2, oh iya emang kalian mau kemana?
Rahmatia:
kita mau ke mall mau beli buku
gebetanku:
oh iya daerah sana emang banyak pereman lain kali hati2 ya
Aku: iya
gebetanku:
hem kalo boleh tau nama kalian siapa?
“lalu kami
pun saling berkenalan dan tiba2………………….”
gebetanku:
Reski, boleh minta no hp kamu ga?
aku: “dengan
senang hati aku bilang” iya, boleh ko :)
“lalu aku
dan dia pun saling bertukar no hp dan sahabt2 ku dengan kompaknya berkata ”
“cieeeeeeeeeeeeeeee”
aku dan dia
pun tersenyum malu dengan senyum yang penuh arti kegembiraan dan kami pun
akhirnya jalan menuju zebra cross tapi Rahmatia,Suri dan Mimma tiba2 jalan
duluan tanpa aku tapi untungnya ada dia dan kami pun mengikuti mereka dari
belakang.
tapi tiba-tibaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
handphonku
berdering dan aku mencari handphone ku itu lalu handphone ku terjatuh ke
lantai, sampai aku pun ikut terjatuh ke lantai.
“gubrakkkkkkkkkkkkkk”
aku: sakit
-_-
lalu aku
pegang handphone dan aku aku lihat ke arah kanan ada sebuah ranjang tempat
tidur dan aku pun mengucak2 kedua mataku itu karna aku bingung. dan ternyata
aku bukan lagi dijalan atau lagi berjalan2 sama mereka tapi aku lagi dikamar
dan ternyata semua yang aku alami itu hanya mimpi,hanya ada di dunia mimpiku
bukan kenyataan. dengan posisi yang sama, aku langsung memasang muka kusutku
itu berharap itu semua nyata tapi ternyata hanya mimpi, ya dimimpiku ada dia
“gebetanku” tapi di dunia nyata TIDAK ADA :( .
Lalu aku pun
langsung bangun dan duduk di ranjang, dengan dagu yang bertumpu pada sebuah
tangan tapi aku tetap senang bisa bertemu bahkan bisa berkenalan dengan dia
meskipun hanya lewat sebuah mimpi, tapi seperti kata orang bilang “kalau mimpi
bisa saja jadi kenyataan” dan sampai sekarang aku masih menunggu moment seperti
di mimpiku itu hihihi “berharap boleh kan :p”
“lalu aku
pun menulis cerita mimpiku di buku harianku”







0 komentar:
Posting Komentar