Sabtu, 20 September 2014

Dimimpiku Ada Kamu

Pagi2, Tiba-tiba handphoneku berdering bertanda ada telephon masuk dan ternyata sahabatku sendiri yang menelephon lalu aku angkat dan dia menyuruhku untuk segera ke sekolah karna ada tugas yang harus segera dikerjakan. lalu aku pun dengan tergesah-gesah untuk berangkat ke sekolah
# tiba di sekolah
Mimma: Akhirnya datang juga, yuk kita kerja tugas
Aku: iya ra, aku duduk sama kamu kan
Mimma: iya.. “lalu kami masuk ke bus dan duduk”
#setelah duduk
Mimma: Res (aku),liat kebelakang deh
Aku: emang ada apa Mim? males ah
Mimma: Coba liat ke belakang dulu dijamin ga nyesel
Aku: males ah
Mimma: ada dia noh, gebetan lo
Aku: serius lu???? “lalu nengok”
dan setelah nengok ke belakang, aku langsung menghadap Tiara dengan tampang salting yang bingung mau ngomong apa.
Suri: lu mah Res biasa bgt deh kalo ketemu dia pasti saltingnya gitu, bukannya diajak kenalan
Aku: ya kan gue cewek masa iya mulai duluan
Suri: iya sih tapi ini bener2 deket Res,kapan lagi coba dapet moment kaya gini
Mimma: iya Res, jangan salting mulu dong
Aku: biarin deh,tar juga ketemu lagi :p
Dan tiba-tiba si cowok gebetan Reski alias Aku sedikit ngelirik ke arah aku pas banget pas aku gak sengaja dipanggir Rahmatia yang duduknya di belakang cowok gebetanku. dan disitu aku liat senyum dia yang manis tapi lagi2 aku hanya bisa saltinggggggg yang gak jelas tapi ketauan banget kalo lagi salting “hem bingung kan lu “
Karna jam pelajaran pada saat itu kosong karna gurunya tidak datang. Akhirnya kami memutar sebuah video dari masa kami pendidikan FKSP,outbound,kegiatan dan video2 unik alias iseng2 dari setiap kawand kami dan di video yang kami tunggu2 itu ternyata ada video dia si gebetanku dengan foto yang sangat cute abiss dan disitu aku ketawa ngakak dan dia”gebetanku” langsung diem karna malu.
#Malam hari
Langit sudah gelap bertanda malam sudah datang dan waktu juga udah menunjukan pukul 23.00 WIB, mata ini pun sudah redup seperti lampu yang ingin mati,mulut ini pun sudah menguap-nguap seperti ikan yang sedang minum,dan yang terpenting yaitu tempat tidurpun sudah menunggu untuk di temani dannnn itu adalah waktu yang tepat untuk aku tidur, dengan badan yang cape dan lampu yang tidak terang alias mati,dan kamar yang tidak panas aku pun naik ke keranjang dan menarik selimut, lalu berdoa berharap hari esok lebih baik dari hari ini.
#Keesokan harinya pada saat jalan jalan bersama Mimma,Suri dan Rahmatia
Keesokan paginya, aku dan teman2 sudah aga membaik dan kamipun pergi kesebuah mall terdekat untuk membeli buku. Ketika dijalan tiba2 kami bertemu dengan 2 orang preman yang mau ngambil tas kami namun gak berhasil karna kami menendang mereka dan salah satu dari kami mengambil golok yang mereka pegang dan kamipun langsung lari, namun ternyata preman itu mengajar kami,saking takutnya kami diajak Rahmatia untuk lewat sawah yang belok itu untuk menghindar dari perampok2 itu tanpa harus berfikir lama kami langsung lewat sawah dan ternyata perampok2 itu juga mengikuti kami.
Sampai di ujung jalan,perampok2 itu masih saja mengejar kami dan kami kebingungan karna entah harus lewat mana dan tiba2 aku menabrak seorang cowok yang usianya sepantaran kami dan ternyata dia itu si cowok gebetanku, tanpa harus salting seperti biasa aku pun langsung memimta dia untuk membantu kami dan dia pun mau membantu kami.
Gebetanku: Ayo ikutin gue,kita lewat sana aja nanti kita sampai didepan kantor polisi
Aku dan kaman2pun langsung mengikutin dia dan tiba2 aku tersandung batu dan aku ditolong oleh dia “betapa senangnya hati gue saat itu”. Perasaan aku saat itu benar2 beda dari sebelumnya, perasaanku sekarang lebih tenang bahkan sambil berlari aku masih saja sempat tersenyum bahkan melirik ke arah si gebatanku itu dan dia pun membalas senyumku itu,lagi manis2nya eh tiba2 Rahmatia teriak “Reski cepatan peremannya udah deket lo tuh” lalu aku pun langsung lari secepat mungkin dan si gebetanku langsung melempar batu ke arah si pereman2 itu dan pereman2 itu terjatuh karna dahinya terkena lemparan batu itu, namun mereka tidak pantang menyerah, mereka masih saja mengejar kami tapiiiiiiiii untungnya saja tanpa kami kira ternyata kami sudah sampai di depan kantor polisi dan si gebetanku langsunng menarik seorang polisi dan berkata “pak,ada pereman yang mengejar kami ingin mengambil tas2 kami” lalu pak polisi itu langsung mengejar si pereman2 itu dan akhirnya tertanngkap juga.
#kantor polisi
Di kantor polisi kami memberi kesaksian dan akhirnya pereman2 itu dimasukan ke jeruji penjara dan kami pun segera keluar dari ruangan tersebut. namun tiba2 si gebetanku itu memegang pundakku dan kami memulai percakapan sedikit
Gebetanku: kalian gpp kan?????
Aku, dan sahabt2ku : alhamdulillah kami gpp ko
Aku: hem makasih ya
gebetanku: iya sama2, oh iya emang kalian mau kemana?
Rahmatia: kita mau ke mall mau beli buku
gebetanku: oh iya daerah sana emang banyak pereman lain kali hati2 ya
Aku: iya
gebetanku: hem kalo boleh tau nama kalian siapa?
“lalu kami pun saling berkenalan dan tiba2………………….”
gebetanku: Reski, boleh minta no hp kamu ga?
aku: “dengan senang hati aku bilang” iya, boleh ko :)
“lalu aku dan dia pun saling bertukar no hp dan sahabt2 ku dengan kompaknya berkata ” “cieeeeeeeeeeeeeeee”
aku dan dia pun tersenyum malu dengan senyum yang penuh arti kegembiraan dan kami pun akhirnya jalan menuju zebra cross tapi Rahmatia,Suri dan Mimma tiba2 jalan duluan tanpa aku tapi untungnya ada dia dan kami pun mengikuti mereka dari belakang.
tapi tiba-tibaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
handphonku berdering dan aku mencari handphone ku itu lalu handphone ku terjatuh ke lantai, sampai aku pun ikut terjatuh ke lantai.
“gubrakkkkkkkkkkkkkk”
aku: sakit -_-
lalu aku pegang handphone dan aku aku lihat ke arah kanan ada sebuah ranjang tempat tidur dan aku pun mengucak2 kedua mataku itu karna aku bingung. dan ternyata aku bukan lagi dijalan atau lagi berjalan2 sama mereka tapi aku lagi dikamar dan ternyata semua yang aku alami itu hanya mimpi,hanya ada di dunia mimpiku bukan kenyataan. dengan posisi yang sama, aku langsung memasang muka kusutku itu berharap itu semua nyata tapi ternyata hanya mimpi, ya dimimpiku ada dia “gebetanku” tapi di dunia nyata TIDAK ADA :( .
Lalu aku pun langsung bangun dan duduk di ranjang, dengan dagu yang bertumpu pada sebuah tangan tapi aku tetap senang bisa bertemu bahkan bisa berkenalan dengan dia meskipun hanya lewat sebuah mimpi, tapi seperti kata orang bilang “kalau mimpi bisa saja jadi kenyataan” dan sampai sekarang aku masih menunggu moment seperti di mimpiku itu hihihi “berharap boleh kan :p”
“lalu aku pun menulis cerita mimpiku di buku harianku”

0 komentar:

Posting Komentar